Ensiklopedi

Budi Utomo - organisasi politik Indonesia -

Budi Utomo , (Indonesian: “Usaha Mulia”) organisasi nasionalis Indonesia pertama. Didirikan pada tanggal 20 Mei 1908, hari yang sekarang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Istana Perdamaian (Vredespaleis) di The Hague, Belanda. Mahkamah Internasional (badan peradilan Perserikatan Bangsa-Bangsa), Akademi Hukum Internasional Den Haag, Perpustakaan Istana Perdamaian, Andrew Carnegie membantu membayarOrganisasi Dunia Kuis: Fakta atau Fiksi? Kurang dari 50 negara menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Budi Utomo berawal dari upaya Mas Wahidin Sudirohusodo (1852–1917), seorang pensiunan tabib Jawa yang berupaya mengangkat masyarakat Jawa melalui studi ilmu pengetahuan Barat serta warisan budaya mereka sendiri, berusaha mendapatkan dukungan dana beasiswa untuk pelajar Indonesia. Usahanya didukung oleh pelajar Jawa yang berpendidikan Belanda di Batavia (sekarang Jakarta) dan kemudian oleh bangsawan Jawa dan priyayi (elit). Mereka bertemu di Yogyakarta pada tahun 1908 dan mendirikan Budi Utomo, yang bertujuan untuk meningkatkan status budaya dan ekonomi orang Jawa.

Sebagai organisasi kebudayaan Jawa, Budi Utomo berkembang pesat, dan pada akhir tahun 1909 diklaim memiliki 40 cabang dengan 10.000 anggota yang sebagian besar adalah pelajar dan pegawai negeri. Tujuan yang mereka ungkapkan jauh melampaui minat Wahidin untuk meningkatkan kesempatan pendidikan bagi orang Indonesia; mereka menyerukan dorongan pertanian dan perdagangan dan penyebaran pemikiran humanistik. Betapapun anggotanya menekankan budaya Jawa, Budi Utomo berasumsi bahwa kemajuan berarti mengadopsi institusi sosial dan politik Barat. Kepemimpinan dipegang oleh kaum konservatif yang menentang aktivitas politik kelompok, tetapi mereka semakin ditentang oleh anggota yang lebih muda dan lebih agresif.Efektivitas Budi Utomo akhirnya dilemahkan oleh daya tarik mereka yang lebih menyukai tindakan langsung melawan Barat dan oleh organisasi politik yang lebih radikal dan tegas seperti Sarekat Islām, sebuah partai proto-nasionalis. Keanggotaan Budi Utomo menurun drastis setelah tahun 1910, tetapi organisasi itu penting sebagai model bagi kelompok-kelompok nasionalis kemudian. Itu dibubarkan pada tahun 1935.