Ensiklopedi

Merangkak - penggerak manusia -

Merangkak , pola gerak rawan di mana perut bersentuhan dengan permukaan penyangga. Permulaan merangkak adalah tonggak utama dalam perkembangan motorik bayi yang juga menandai serangkaian perubahan fungsi psikologis yang dramatis dan meluas. Merangkak merupakan puncak dari perjuangan yang panjang dan kompleks untuk mengatasi dan kemudian mengeksploitasi efek gravitasi dari posisi tengkurap. Setelah diperoleh, mobilitas mandiri menawarkan banyak peluang baru untuk bertindak berdasarkan niat seseorang, menjelajahi dunia, dan mendapatkan keuntungan dari berbagai pertemuan yang sekarang mungkin dilakukan di dunia itu.

Dalam bahasa umum, merangkak dikontraskan dengan merayap, pola penggerak di mana beban tubuh ditopang oleh lengan bawah dan lutut, tangan dan lutut, atau tangan dan kaki. Namun, peneliti psikologis lebih suka menggunakan istilah merangkak perut dan merangkak tangan dan lutut untuk merujuk, masing-masing, pada pola penggerak rawan di mana perut bersentuhan dengan permukaan penyangga atau tidak bersentuhan dengan permukaan penyangga. .

Perkembangan merangkak adalah proses kompleks yang melibatkan perubahan kualitatif dalam pola koordinasi interlimb yang digunakan untuk mendorong tubuh dan peningkatan kuantitatif dalam kecepatan dan efisiensi. Sebanyak 23 tahap telah diidentifikasi dalam pengembangan penggerak rawan, dan 25 pola koordinasi interlimb telah diidentifikasi untuk propulsi.

Meskipun ada perbedaan individu yang besar dalam kecepatan perkembangan merangkak dan dalam pola gerakan anggota tubuh yang digunakan saat berada di perut, begitu bayi mengadopsi postur tangan dan lutut, mereka dengan cepat berkumpul pada gaya berjalan diagonal di mana lengan kontralateral dan lutut bergerak bersamaan (misalnya lengan kiri-lutut kanan diikuti oleh lengan kanan-lutut kiri). Gaya berjalan diagonal dianggap sebagai cara yang paling efisien dan stabil secara biomekanik untuk bergerak dengan empat anggota badan karena ini memastikan dasar penyangga yang luas dan meminimalkan pergeseran medial-ke-lateral dan maju-mundur di pusat gravitasi. Perlu dicatat bahwa meskipun gaya berjalan diagonal dianggap sebagai bentuk gerak tengkurap yang paling efisien, bergerak dalam posisi tengkurap secara mekanis dan metabolik kurang efisien daripada bergerak dalam posisi tegak,meskipun perbedaan antara kedua mode penggerak lebih besar untuk orang dewasa daripada untuk anak-anak.

Para peneliti pernah mengira bahwa perkembangan merangkak didominasi oleh fungsi pematangan neuromuskuler. Namun, sekarang diketahui bahwa banyak faktor, terutama peluang untuk praktik, memainkan peran penting dalam merayapi akuisisi. Misalnya, usia di mana merangkak dicapai dipengaruhi oleh musim kelahiran (bayi yang lahir di bulan-bulan musim dingin cenderung merangkak lebih awal daripada bayi yang lahir di bulan-bulan musim panas), sejauh mana bayi dibungkus dengan pakaian tidur yang tebal, jumlah waktu yang dihabiskan bayi dalam posisi tengkurap atau terlentang, dan sejauh mana kelompok budaya tertentu menilai permulaan merangkak. Sehubungan dengan faktor terakhir, bayi yang dibesarkan dalam budaya yang mempromosikan postur tegak cenderung merangkak lebih lambat (atau tidak sama sekali) dibandingkan dengan bayi yang dibesarkan dalam budaya Barat,dan di beberapa budaya merangkak dilarang karena dianggap primitif dan merendahkan. Sebaliknya, permulaan merangkak dipercepat dengan pelatihan budaya yang menghargai kemandirian dari ibunya.

Akhirnya, permulaan merangkak telah dikaitkan dengan perubahan besar dalam fungsi psikologis, termasuk munculnya kewaspadaan ketinggian, kemampuan untuk mencari benda tersembunyi, dan kemampuan untuk memahami komunikasi gestur referensial orang lain. Para peneliti sekarang mencoba untuk menentukan apakah perolehan merangkak secara kausal terkait dengan fenomena ini atau apakah itu hanya peramal kedewasaan dari perubahan psikologis penting ini.